Tampilkan postingan dengan label Merepih. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Merepih. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 23 Februari 2008

Biar saja

kenapa harus menertawakan mati?
Apa tak juga tersadari, jika pertarungan itu terus berlanjut, tidak seperti saat saat merepih kematian, yang tak kunjung terlalui.
Meski.
Keberadaan itu hanya sementara, dan angin seperti mau bertiup kesana.

Namun tak juga termengerti, bahwa nafas yang merangkak itu sia sia, dan apa yang mau dikatakan?dan apa yang mau dilakukan?mau tertawa?lebih baik diam..lebih baik tak mengerti...lebih baik begini..lebih baik, dari pada mencarimati..

Hmmmmmmmmmmmm, Tapi...
Aku hanya anak kecil yang belajar menyalakan api pada ranting-ranting kering.
Seandaikan kelak.
Hutan rimba itu mampu terbakar.
*****

Namun angin bertiup begitu kencang
Dan hujan datang mencumbui kegalauan
Basah, namun tak menggigil
ku kejar dingin
tapi ia menghilang

Sabtu, 26 Januari 2008

Menjumpai Pagi

Menjumpai Pagi

tak juga tersadari, pertarungan itu terus berlanjut, tidak seperti saat saat merepih kematian,tidak juga terlalui, keberadaan itu hanya sementara, meski angin seperti mau bertiup kesana.tidak juga kumengerti, bahwa nafas yang merangkak itu sia sia, dan apa yang mau dikatakan?dan apa yang mau dilakukan?mau tertawa?lebih baik diam..lebih baik tak mengerti...lebih baik begini..lebih baik, dari pada mencarimati..
Hmmmmmmmmmmmm
Namun................
Hari ini, disebuah pagi
Aku hanya belajar menyalakan api pada ranting-ranting kecil,
Seandaikan kelak
Hutan rimba itu mampu terbakar.

Namun angin bertiup begitu kencang
dan hujan datang mencumbui kegalauan
Basah, namun tak menggigil
ku kejar dingin
tapi ia menghilang
T.ksh untuk seorang kawan bicara
eb.32